Ma’had Fakultas Syariah Bersinergi dengan PP Darul Huffaz

 

BANJAREJO, SYARIAH. Ma’had Wadi ar-Rayyan Fakultas Syariah bersinergi dengan PP Darul Huffaz Pesawaran. Hal ini diawali dengan diskusi tentang pengelolaan dan pengembangan Ma’had di Gedung Fakultas Syariah pada Rabu (27/01).

Dalam forum tersebut, hadir Direktur Operasional dan SDM PP Darul Huffaz, Dr Ikhwanul Mujahidin, Lc, M.Pd beserta jajaran asatidz. Sementara dari Ma’had Fakultas Syariah hadir Husnul Fatarib, Ph.D, mudir Ma’had, beserta jajaran pengelola dan ustadz.

Husnul menuturkan bahwa Fakultas Syariah sejak tahun 2017 merintis Ma’had Wadi Ar-Rayyan Fakultas Syariah IAIN Metro. Ia berharap kerjasama ini bisa mendukung pengembangan ma’had Fakultas dengan belajar best practises yang sudah diterapkan oleh PP Darul Huffaz.

Saiful Effendy, M.Pd, sekretaris Ma’had Fakultas Syariah menambahkan bahwa program ma’had ini sudah berjalan sejak tahun 2020, berlokasi di Banjarejo, Batanghari. Programnya adalah tahsin, tahfiz, kajian kitab kuning, dan bahasa Arab untuk mahasiswa baru Fakultas Syariah IAIN Metro.

Ikhwanul Mujahidin bercerita, dalam pengelolaan ma’had yang terpenting adalah menyiapkan sistem pengelolaan yang solid. Hal ini dimulai dari SDM pengelola dan ustadz yang berkualitas. Ikhwanul menambahkan bahwa ustadz harus memiliki ilmu mapan dan lebih hebat dibanding santri.

“Guru umum di tempat kami wajib hafal minimal 3 juz. Kalau tidak, ya tahun depan diberhentikan.”, tutur Ikhwanul. Ia menambahkan, “Bagaimana bisa seorang yang bacaan al-Qur’annya tidak fasih mengajar santri? Apalagi santri ini dituntut harus hafal al-Qur’an? Pasti mustahil.”

Ikhwanul menambahkan bahwa, “Ustaz masyayikh di kami harus hafal 30 juz, muqri, dan bersanad. Ini mutlak dan tidak bisa ditawar.” Ia menuturkan bahwa SDM ini adalah kunci penting dan harus ditegakkan secara tanpa pandang bulu. Kami menggunakan prinsip Total Quality Management (MQM). [SMC/Nas]