Bedah Buku Tafsir Ayat Ekonomi

BANJAREJO SYARIAH. Fakulas Syariah mengadakan bedah buku karya dosen. Agenda ini dilaksanakan pada Selasa (3/12/2019) di Selasar Fakultas Syariah. Salah satu karya yang dibedah adalah Tafsir Ayat Hukum Ekonomi oleh Drs. Tarmizi, M.Ag.

Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi mengupas bukunya. “Buku ini memuat enam pokok bahasan, meliputi tafsir ayat maudu’i (tematik), sistem ekonomi syariah, Sumber Daya Manusia, alam dan pemanfaatan, etika bisnis, dan aktivitas ekonomi sebagai bagian dari ibadah.”

Tarmizi mengutip Qurais Shihab yang menyebutkan bahwa metode tafsir maudlu’i merupakan model terbaru yang digemari oleh banyak kalangan. Metode ini dianggap merupakan metoe yang dapat memahami ayat al-Qur’an secara keseluruhan dari temanya.

Menurut Tarmizi, metode ini mencakup 6 cara sbb:
a. Menentukan tema
b. Menetapkan ayat-ayat yang ditafsirkan
c. Mengemukakan sebab-sebab turun nya Alqur’an
d. Mencari kandungan ayat
e. Menghubungkan ayat 1 dengan yang lain nya
f. Kesimpulan

Tarmizi menambahkan, “Sistem ekonomi Islam adalah sistem yang bertujuan pencapaian visi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Dalam bab 2 buku yang ia tulis, Tarmizi mengkaji posisi agama di dalam ekonomi rahmatan lil ‘alamin, sistem serta ayat-ayat yang berkaitan dengan tema tersebut.

Terkait dengan Sumber Daya Manusia, Tarmizi mengulas fitrah manusia, peran manusia sebagai khalifah fil ardh, manusia sebagai basyar, serta manusia sebagai insan.

Kemudian tentang alam dan pemanfaatan, Tarmizi  mengulas prinsip-prinsip alam, tujuan memahami alam serta cara-cara pemanfaatan alam. Semua itu harus dilakukan dengan berbasis pada etika bisnis. Etika bisnis sendiri mencakup tata cara, pentingnya etika dalam berbisnis serta prinsip-prinsip dan ayat mengenai bisnis.

Yang tak kalah penting, aktivitas ekonomi adalah bagian dari ibadah. Tarmizi menggarisbawahi bahwa aktivitas ekonomi tidak boleh lepas dari unsur tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Tarmidzi memberikan salah satu metode yang terbilang unik dan kreatif yang diberi nama “Segitiga Emas” di mana Allah kedudukannya sebagai pencipta diposisikan paling atas. Kemudian manusia sebagai pelaku berada di tingkat ke-2 setelah Allah swt, dan yang terakhir di tingkat yang ketiga adalah alam semesta yang berkedudukan sebagai objek.

Metode ini berbeda dengan metode SPO (Sumber, Pelaku dan Objek). Tujuan metode ini ialah untuk mengubah paradigma pemikiran manusia agar bisa berfikir lebih maju dan modern. Buku yang ditulis oleh Tarmidzi merupakan buku ke-3 yang pernah diajarkan kepada mahasiswa/i semester 5. [Lidia]