Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung Bekali Mahasiswa PPL melalui Penguatan Kompetensi, Etika, dan Profesionalisme di Lembaga Hukum dan Pemerintahan

Metro, 19 Juni 2026 – Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertema “Penguatan Kompetensi, Etika, dan Profesionalisme Mahasiswa di Lembaga Hukum dan Pemerintahan” pada Jumat (19/6/2026) di lantai II Gedung Fakultas Syariah. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti oleh 17 mahasiswa semester VI dari Program Studi Hukum Keluarga Islam, Hukum Tata Negara, dan Hukum Ekonomi Syariah yang akan melaksanakan PPL selama satu bulan di Pengadilan Negeri Metro, Pengadilan Agama Metro, dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Metro.

Program PPL ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak mengikuti program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berlangsung selama satu semester. Setelah menyelesaikan PPL, mahasiswa selanjutnya akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akademik di Fakultas Syariah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Husnul Fatarib, Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PPL merupakan sarana penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas praktik di lembaga hukum dan pemerintahan.

“Tema pembekalan tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga etika, integritas, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat. Saya berharap seluruh peserta dapat menjaga nama baik almamater serta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar secara maksimal, karena pengalaman di lapangan akan menjadi modal penting bagi pengembangan kapasitas keilmuan dan profesional mereka di masa mendatang,” ujarnya saat membuka kegiatan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan I Fakultas Syariah Firmansyah, M.H., Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam Nency Dela Oktora, M.Sy., Ketua Program Studi Hukum Tata Negara Choirul Salim, M.H., serta Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Pelaksana PPL, Moelki Fahmi Ardliansyah, M.H.

Dalam laporannya, Moelki Fahmi Ardliansyah, M.H., menjelaskan bahwa pembekalan dilaksanakan untuk memberikan kesiapan kepada mahasiswa sebelum terjun ke lembaga mitra, baik dari aspek kompetensi, pemahaman tugas kelembagaan, maupun etika profesi.

“PPL menjadi media pembelajaran yang sangat penting untuk membentuk karakter dan profesionalisme mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus beradaptasi dengan budaya kerja di lingkungan peradilan maupun pemerintahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa peserta PPL akan ditempatkan di tiga lembaga mitra, yakni Pengadilan Negeri Metro, Pengadilan Agama Metro, dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Metro. Pada masing-masing lokasi, mahasiswa akan dibagi ke dalam satu atau dua kelompok dan didampingi oleh satu atau dua dosen pembimbing lapangan (DPL) dari Fakultas Syariah serta dua orang praktisi dari instansi mitra sebagai pembimbing lapangan.

“Kolaborasi antara dosen dan praktisi diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar memahami teori dan sistem kerja lembaga, tetapi juga memperoleh pembinaan langsung dari para praktisi yang sehari-hari berkecimpung dalam dunia peradilan dan pemerintahan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Moelki menegaskan bahwa program PPL tidak hanya berorientasi pada pengalaman praktik semata, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan luaran akademik. Setiap lokasi penempatan diwajibkan menyusun satu laporan kegiatan PPL sebagai output program, sedangkan setiap kelompok mahasiswa ditargetkan menghasilkan satu draft artikel ilmiah sebagai outcome yang diharapkan.

“Melalui luaran tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengalaman empiris yang diperoleh di lapangan dengan tradisi akademik yang selama ini dibangun di lingkungan Fakultas Syariah. Dengan demikian, PPL tidak hanya menghasilkan pengalaman praktik, tetapi juga melahirkan karya ilmiah yang memiliki nilai akademik dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pada sesi pertama, Amira Fauzia Luberti, S.H., menyampaikan materi bertajuk “Sistem Peradilan di Indonesia dan Praktik Beracaranya”. Dalam paparannya, ia menjelaskan struktur kekuasaan kehakiman di Indonesia, kewenangan masing-masing lingkungan peradilan, serta berbagai aspek praktik beracara yang perlu dipahami oleh mahasiswa selama menjalani PPL.

Menurutnya, pengalaman langsung di lingkungan peradilan merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memahami proses penegakan hukum secara lebih komprehensif.

“Mahasiswa perlu memanfaatkan masa PPL untuk memperluas wawasan mengenai administrasi peradilan, mekanisme persidangan, serta etika yang harus dijunjung tinggi ketika berada di lingkungan lembaga peradilan. Jangan hanya menjadi pengamat, tetapi jadilah pembelajar yang aktif dan mampu mengambil hikmah dari setiap proses yang dijalani,” ungkapnya.

Sementara itu, Siti Mustaghfiroh, M.Phil., melalui materi “Membangun Lingkungan PPL yang Aman, Inklusif, dan Profesional”, menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang sehat, saling menghargai, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

“Lingkungan kerja yang aman dan inklusif harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Mahasiswa perlu menjaga etika komunikasi, menghormati perbedaan, membangun relasi yang profesional, serta menciptakan suasana yang nyaman bagi semua pihak. Sikap-sikap tersebut akan menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia kerja yang sesungguhnya,” jelasnya.

Salah seorang peserta dari Program Studi Hukum Tata Negara mengaku pembekalan tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dunia kerja yang akan dihadapi selama pelaksanaan PPL.

“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan kami di lapangan. Selain memahami sistem peradilan dan budaya kerja di lembaga pemerintahan, kami juga dibekali tentang pentingnya etika dan profesionalisme. Kami menjadi lebih siap menjalani PPL dan termotivasi untuk menghasilkan laporan kegiatan serta draft artikel ilmiah yang berkualitas,” tuturnya.

Melalui kegiatan pembekalan bertema “Penguatan Kompetensi, Etika, dan Profesionalisme Mahasiswa di Lembaga Hukum dan Pemerintahan”, Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung berharap para mahasiswa tidak hanya mampu menjalankan PPL secara optimal, tetapi juga menghasilkan luaran akademik yang berkualitas. Dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan dan praktisi dari lembaga mitra, program ini diharapkan dapat melahirkan calon sarjana hukum yang berintegritas, profesional, adaptif, serta memiliki kemampuan mengintegrasikan teori dan praktik dalam bentuk karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum dan masyarakat. (_mfa_)