BNN Lampung Timur Jajaki Kerja Sama dengan Fakultas Syari’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Perkuat Pencegahan Narkoba melalui Tridharma Perguruan Tinggi

Lampung Timur – Upaya memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan melalui kunjungan silaturahim jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Timur ke Fakultas Syari’ah UIN Jurai Siwo Lampung pada Kamis (30/7).

Fakultas Syari’ah UIN Jurai Siwo Lampung menerima kunjungan silaturahim Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Timur pada Kamis (30/7). Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Syari’ah, Prof. Husnul Fatarib, Ph.D., bersama jajaran manajemen fakultas tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Rombongan BNN Kabupaten Lampung Timur dipimpin oleh Kepala BNN Kabupaten Lampung Timur, Maman Permana, S.P. menyampaikan bahwa Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahim BNN kepada perguruan tinggi di wilayah Lampung Timur sekaligus membangun sinergi kelembagaan dalam mengembangkan program-program pencegahan bahaya narkotika yang melibatkan dunia akademik. Dekan Fakultas Syari’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Husnul Fatarib, Ph.D., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan BNN merupakan langkah penting dalam memperkuat peran akademisi untuk menjawab persoalan sosial yang semakin kompleks, termasuk ancaman penyalahgunaan narkotika. Melalui sinergi ini, Fakultas Syari’ah diharapkan tidak hanya berkontribusi dalam aspek edukasi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, kajian ilmiah, serta rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung program pencegahan narkoba secara berkelanjutan.

Beberapa peluang kolaborasi yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut antara lain penyelenggaraan sosialisasi dan edukasi anti narkoba bagi sivitas akademika maupun masyarakat umum. Program tersebut direncanakan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai pegiat anti narkoba yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat. Selain itu, kedua belah pihak juga membahas peluang pengembangan kerja sama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai isu yang berkaitan dengan aspek hukum dan kebijakan dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika, dinilai memiliki ruang yang luas untuk dikaji secara akademik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, BNN Kabupaten Lampung Timur juga menyambut baik usulan dari tim manajemen untuk membuka peluang bagi mahasiswa Fakultas Syari’ah untuk mengikuti program magang peminatan pada masa mendatang. Kesempatan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis mengenai tugas dan fungsi BNN, sekaligus memperluas wawasan mengenai upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika. Program magang tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pengalaman lapangan yang relevan dengan disiplin ilmu hukum tata negara, hukum keluarga, hukum ekonomi syariah, maupun bidang-bidang lain yang berkembang di Fakultas Syari’ah.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama melalui penyusunan program-program yang lebih konkret. Sinergi antara BNN Kabupaten Lampung Timur dan Fakultas Syari’ah UIN Jurai Siwo Lampung diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun gerakan bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang sehat, berkarakter, dan bebas narkoba.

Melalui kolaborasi ini, kedua institusi optimistis bahwa pendekatan edukatif, akademik, dan partisipatif akan menjadi kekuatan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika serta memperluas peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.