30 Menit Bersama Fakultas Syariah Serial 1

Banjar Rejo, 27 Juni 2020, Fakultas Syariah IAIN Metro bersama Syariah Media Center (SMC) mengadakan live stream Instagram “30 Menit Bersama Fakultas Syariah”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Fakultas Syariah kepada masyarakat umum, terutama calon mahasiswa baru IAIN Metro. Adapun topik pembahasan dalam kegiatan ini ialah mengenai sejarah, visi misi, dan Ma’had Fakultas Syariah.

Live instagram kali ini diisi oleh Dekan Fakultas Syariah, Husnul Fatarib, sebagai narasumber. Serta M. Munif Jazuli, mahasiswa Hukum Tata Negara Islam, sebagai pemantik.

Fakultas Syariah secara resmi berdiri pada tahun 2017. Fakultas Syariah memiliki 3 program studi yakni Ahwal al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga Islam), Hukum Ekonomi Syariah, dan Hukum Tata Negara Islam. Meski baru berusia 3 tahun, Fakultas Syariah mampu menunjukkan daya saing di tingkat nasional.

Husnul mengatakan, hingga kini banyak prestasi yang telah diraih oleh dosen maupun mahasiswa Fakultas Syariah. “Dalam bidang penulisan, prodi Hukum Keluarga Islam meraih peringkat ke-2 di SINTA sebagai prodi paling aktif dalam penulisan karya ilmiah. Di sisi lain, sederet prestasi juga diraih oleh mahasiswa dalam lomba sidang semu, dan karya tulis ilmiah.”, ujarnya.

Visi Fakultas Syariah yakni “Terdepan dalam kelimuan syariah dan hukum bersinergi socio-eco-technopreneurship tahun 2030”. Berbagai fasilitas disediakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Fasilitas tersebut antara lain perpustakaan, laboratorium sidang semu, dan ruang belajar yang dilengkapi dengan LCD Projector dan AC.

Tahun ajaran 2020 Fakultas Syariah meresmikan “Ma’had Wadi Al-Rayan”. Ma’had ini diperuntukkan bagi mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Syariah. Daya tampung ma’had ini ialah sebanyak 75 orang yang terdiri atas santri mukim dan santri kalong.

Tujuan dibentuknya ma’had ini ialah membentuk mahasantri yang memiliki ilmu-ilmu dasar keislaman. Husnul mengatakan “Mahasantri di ma’had ini juga akan dibekali kompetensi di bidang bahasa asing seperti bahasa Arab dan bahasa Inggris. Selain itu juga akan diajarkan membaca kitab-kitab berbahasa Arab”, tutupnya.

(Ni’mah/Ibnu)