Isi Artikel (Narasi):
Lampung – Sebagai tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) internal bulan lalu, Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung (UIN JUSILA) mengambil langkah konkret berikutnya dengan menyelenggarakan “Uji Publik dan Review Draft Kurikulum Prodi” untuk Tahun Akademik 2025/2026.
Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Juli 2025, dan berfokus pada penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan melibatkan partisipasi aktif dari para stakeholder eksternal dan alumni.
Seperti yang disampaikan dalam rilis resmi, Uji Publik ini bertujuan untuk menjaring kritik dan saran konstruktif guna menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan riil di lapangan pekerjaan.
Untuk memastikan relevansi kurikulum, Fakultas Syariah UIN JUSILA menghadirkan panelis dan praktisi hukum dari berbagai instansi strategis, yaitu:
- S. Shahibuddin, S.H., M.H. (Ketua Pengadilan Agama Sukadana)
- Goenlih Rasiyanto, S.H., M.H. (Hakim PTUN Bandar Lampung)
- Hendra Saputra, S.H., M.H. (Praktisi/Advokat dari Kantor Hukum Hendra Saputra Law Firm)
- Muallim, S.Ag. (Kepala KUA Blambangan Umpu)
Keempat narasumber ahli ini—bersama perwakilan alumni dari berbagai profesi (Peneliti, Dosen, Analis Perkara, Hakim, dll)—memberikan masukan tajam mengenai kompetensi apa yang paling dibutuhkan oleh lulusan Sarjana Hukum saat ini.
Dekan Fakultas Syariah, Husnul Fatarib, M.H., dalam kesempatan terpisah, menegaskan komitmen fakultas untuk menghasilkan lulusan yang adaptif.
“Kurikulum tidak boleh menjadi menara gading. Uji Publik ini adalah cara kami memastikan bahwa kurikulum OBE yang kami rancang benar-benar ‘link and match’ dengan dunia nyata,” ujar Husnul Fatarib.
“Masukan dari Ketua PA, Hakim PTUN, Advokat, dan Kepala KUA sangat berharga untuk memfinalisasi kurikulum T.A. 2025/2026 agar lulusan kita siap pakai dan kompetitif,” tambahnya.
Dengan adanya Uji Publik ini, Fakultas Syariah UIN JUSILA menunjukkan keseriusannya dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga relevan dengan kebutuhan stakeholder.
